Mar29

Tags

Related Posts

Sania

FacebookTwitterGoogle+Share

Sania, penyanyi R&B Indonesia yang sukses meluncurkan hits “Santai” (1998) bakal menjadi juri kontes Musik Dangdut di Amerika. Lulusan David Game College, London, Inggris ini telah memproduksi lima album, bekerjasama dengan musisi Tohpati, Guruh Soekarno Putra dan Imaniar.

Berikut wawancara Sania dengan Naratama dari VOA Indonesia di Washington DC.

Hi Sania, sedang sibuk apa sekarang di Amerika?
Iyaaaaa, aku lagi di Amerika cukup lama nih. Sekarang lagi travel bolak balik ke Washington DC, terus New York dan Wilmington (Delaware). Dingin banget ya, sempat salju juga… Lagi sibuk “belajar & mempersiapkan diri” untuk sesuatu hal yang baru nih.

Sania IndoGo

 

Menurut Sania, bagaimana perkembangan musik Indonesia saat ini?
Tahun 2014 bisa dibilang musik dangdut kembali menggebrak, setelah beberapa tahun lalu didominasi oleh budaya musik Korea, lewat boyband dan girlband. Nah, ini didukung dengan fakta bahwa tayangan televisi yang menjadi ruang utama terbesar penyebaran musik Indonesia lebih sering menampilkan joged dan dangdut. Hampir setiap hari ada musik dangdut di televisi. Sebenernya ngga salah sih, karena masih banyak yang bahagia kok nonton itu, cuma kwantitasnya jangan terlalu banyak biar porsi aliran musik lain tetep terfasilitasi. Jadi tetep merata-lah.

Kabarnya Sania akan menjadi juri kompetisi Dangdut di Amerika? Bisa cerita tentang kontes ini?
Iya. Seru banget nih. Kontes ini namanya “Dangdut In America”, penggagasnya Rissa Asnan dari NSR Entertainment. Audisinya bakal diadakan di empat kota, yaitu: New York, Philadelphia, Wilmington dan Washington DC. Bekerja sama dengan VOA, TVRI dan juga didukung oleh KBRI DC, KJRI NY dan media lokal setempat. Peserta kontes ini adalah US Citizen yang notabene bukan penyanyi dangdut tetapi ditantang untuk menyanyikan lagu dangdut berbahasa Indonesia. Selain bisa memperkenalkan aliran musik dangdut, kontes ini juga membuat para peserta US Citizen ini jadi lebih tahu budaya, bahasa dan musik Indonesia. Ini bagus untuk promosi Indonesia, biar semakin terkenal di Amerika.

Dangdut in America IndoGo

 

Tapi Sania kan dikenal sebagai penyanyi pop dan R&B bukan dangdut?
Justru ini tantangannya. Musik itukan bahasa universal. Sebagai penyanyi pop dan R&B yang juga bisa nyanyi lagu dangdut, aku sangat excited bisa jadi salah satu juri di kontes ini. Seru loh. Bayangkan saja, para peserta ini baru belajar menyanyi dangdut, karena ikut audisi. Dengar dangdut saja baru pertama kali…. Aku sangat appreciate usaha mereka belajar musik dangdut.

Selama di Amerika, kota apakah yang paling disukai? Kenapa?
New York dan Los Angeles. New York buat aku tetep The City That Never Sleeps. If you wanna see live show in Broadway or mau party, New York is the best. Nah kalau Los Angeles is a home for entertainment industry. Aku juga suka weather & view nya, beautiful!

So, what’s next? Ada rencana kembali ke Amerika?
Kedepannya, kalau aku balik lagi ke Amerika, In-shaa Allah, pengen banget bisa bikin “single” kolaborasi dengan musisi penyanyi/rapper Amerika. Doakan semoga ini bisa terwujud ya.