Apr27

Tags

Related Posts

Kanonisasi Paus Yohanes Paulus II dan Yohanes XXIII

FacebookTwitterGoogle+Share

Hari 4 Paus di Lapangan Santo Petrus Vatikan

VATIKAN, KOMPAS.com – Paus Fransiskus, Minggu (27/4/2014), menyatakan Paus Yohanes Paulus II dan Paus Yohanes XXIII sebagai orang suci bagi Gereja Katolik. Penetapan tersebut dihadiri ratusan ribu peziarah dan delegasi asing. Misa dipimpin Paus Fransiskus dan dihadiri Paus emeritus Benediktus XVI.

Sainthood for John Paul II and John XXIII

Floribeth Mora of Costa Rica, who claims she was cured of a serious brain condition by a miracle attributed to the late Pope John Paul II, hands the relic of John Paul II to Pope Francis during the canonization Mass for Popes John XXIII and John Paul II at the Vatican on Sunday, April 27.

“Kami menyatakan dan mendefinisikan sebagai orang kudus yang diberkati, Yohanes XXIII dan Yohanes Paulus II, ” kata pemimpin Katolik ini dalam doa berbahasa Latin, yang oleh para peziarah dan delegasi asing di Lapangan Santo Petrus dijawab dengan tepuk tangan dan jawaban “Amin”.

Lapangan Santo Petrus Vatikan

Dari Kepolisian Nasional Italia, ini adalah gambar udara dari kemeriahan acara di Lapangan Santo Petrus, Minggu (27/4/2014). Ini adalah kanonisasi akhir Paus Yohanes Paulus II dan Yohanes XXIII. Misa dipimpin oleh Paus Fransiskus dengan dihadiri Paus emeritus Benediktus XVI.

Dalam kotbahnya, Fransiskus memuji kedua pendahulunya itu sebagai orang-orang yang berani, yang bekerja memperbaru dan memperbaharui gereja. “Mereka adalah imam, uskup, dan paus abad ke-20. Mereka hidup melewati peristiwa tragis abad itu tetapi tidak kewalahan,” kata dia. “Bagi mereka, Tuhan lebih kuat.”

Paus emeritus Benediktus XVI (87), paus pertama yang mengundurkan diri sejak abad pertengahan, hadir dalam acara ini dalam jubah putih kepausannya. Fransiskus menyambut kehadiran Paus yang tahun lalu dia gantikan itu dengan pelukan hangat dan mereka berdampingan selama misa.

Inilah untuk pertama kalinya, dua paus mengikuti misa berdampingan. Untuk pertama kalinya pula dua paus hadir dalam “pengangkatan” orang kudus secara bersama-sama. Pernyataan resmi Vatikan mengatakan tak kurang dari 800.000 orang hadir dalam acara yang dijuluki sebagai “Hari Empat Paus”, dengan 500.000 orang ada di Lapangan Santo Petrus.

Di antara para peziarah, banyak yang melambaikan bendera Polandia, negara asal Paus Yohanes Paulus II. Beberapa di antara mereka juga mengenakan kostum rakyat Polandia. Adapun beberapa peziarah lain menggelar spanduk bertuliskan, “Dua orang kudus paus di surga, dua (paus) di Lapangan Santo Petrus.”

“Kami adalah pengikut keempat paus yang semuanya dekat dengan rakyat ini,” kata Luisa Tomolo, peziarah dari Italia. “Ini adalah hari bersejarah yang Anda akan merasa benar-benar merasa menjadi bagiannya.”

 

==============================================================

Satu Juta Peziarah akan hadiri kanonisasi Paus Yohanes Paulus

Mulai dari Kanada hingga kota-kota kecil di Polandia, para peziarah berdatangan ke berbagai tempat yang berkaitan dengan Paus Yohanes Paulus II untuk menggelar konser dan ibadah, sehari sebelum ia dinyatakan sebagai orang suci.

Orang-orang berkumpul Sabtu (26/4) di Wadowice, kampung halaman Yohanes Paulus, yang marak dihiasi warna-warna khas kebangsaan dan kepausan. Banyak orang juga berkumpul di Krakow, di mana Karol Wojtyla menjadi pastor dan uskup selama lebih 30 tahun sebelum terpilih menjadi sri paus.

Paus Yohanes Paulus

Seorang peziarah dari Meksiko membawa lukisan Paus Yohanes Paulus II saat berada di Alun-Alun Santo Petrus di Vatikan (26/4). (AP/Andrew Medichini)

Mendiang Yohanes Paulus II dan Paus Yohanes XXIII akan dinyatakan sebagai orang suci pada Minggu dalam upacara di Vatikan, yang juga dihadiri Sri Paus Fransiskus dan pendahulunya Sri Paus Benediktus XVI.

Ini akan mencetak sejarah dimana dua paus yang masih hidup hadir dalam upacara deklarasi orang suci bagi dua pendahulu mereka. Sekitar satu juta peziarah diperkirakan memenuhi acara itu, dan sudah banyak orang tiba di Roma hari Sabtu.

Yohanes Paulus meninggalkan kesan istimewa bagi rakyat Polandia karena mengilhami penggulingan komunisme di negara itu dan atas ajarannya yang terpusat pada martabat manusia.